Minggu, 18 Maret 2012

Meningkatkan Power Negara untuk Mempertahankan Kedaulatan

Shinta Ary Murti (0911243072)

Third World Governments and Multinational Corporations
“Dynamics of Host’s Bargaining Power”
Dalam hubungan interaksi ekonomi yang terjadi antara negara dunia ketiga dengan MNCs terdapat ketimpangan power antara keduanya. MNCs yang sebagian besar berasal dari negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa memiliki power dalam akses terhadap teknologi, modal, keterampilan, serta akses terhadap market internasional. Oleh karena itu,MNCs biasanya berproduksi dalam high industri seperti minyak, tambang, transportasi dan makanan.Kekuatan MNCs kemudian berkembang dengan mendominasi prosentase saham kepemilikan di host country, memiliki kekuatan untuk melakukan monopoli, mengontrol supply serta harga yang mengakibatkan tidak terciptanya  industri yang kompetitif.Sehingga dalam perkembangannya, MNCs menjadi aktor kunci dalam ekonomi di negara dunia ketiga.
Adanya hal tersebut memposisikan keberadaan negara dunia ketiga sebagai host country untuk memiliki bargaining power terhadap MNCs, yang dicerminkan dalam potential power dan actual power.Potential power adalah kekuatan tawar relatif yang dimiliki oleh host country terhadap MNCs dalam konteks ini terkait dengan tingkat keahlian pemerintah, persaingan anatara perusahaan internasional, kategori tipe investasi asing langsung, dan tingkat ketidakpastian ekonomi. Sedangkan actual power adalah kemampuan dan kemauan dari pemerintah yang berada di host country untuk menjalakan posisi tawar mereka dalam mendapatkan posisi yang lebih baik dan mendapatkan keuntungan yang maksimal dari MNCs. Faktor – faktor yang berpengaruh dalam actual power adalah kondisi politik host country, politik luar negeri,serta tekanan ekonomi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar